Tuesday, February 11, 2020

Lirik Mars Qiroaty

Qiroaty merupakan metode pembelajaran untuk  membaca Al Qur'an yang sudah terbukti berhasil diterapkan di berbagai Daerah Indonesia. Metode yang dikarang oleh Syeh Dahlan Salim Zarkasy dari Semarang ini dinilai sangat membantu anak-anak untuk memahami pembelajaran baca Al Qur'an. salah satu cirikhas dari Metode ini bersifat cepat, cermat dan teliti .
Metode ini sudah banyak melahirkan generasi anak-anak yang soleh dan solehah yang mampu membaca Al Qur'an dengan fasih dan sesuai dengan kaidah ilmu Tajwid yang berlaku. Dalam pembelajaran metode Qiroaty dibagi menjadi beberapa kelas/tahapan (dalam Qiroaty dinamakan Jilid),untuk tahapan awal para santri masuk pada kelas  Pra TK (kisaran usia 3-5 tahun) dan berjenjang sampai Jilid 6.
Sebagai metode pembelajaran yang sudah cukup menyebar diwilayah Nusantara ini, kini Pengurus Pusat Metode Qiroaty meluncurkan sebuah lagu yang berisikan kebanggan tentang Qiroaty.
Adapun teks lagunya sebagai berikut :

MARS QIROATY

Qiroaty mencetak kader Qur'ani
Munculkan generasi Islami
Beri solusi Tuk negri Ini
Membangun Bangsa dengan akhlaq terpuji

Qiroaty metode baca Al Qur'an
Teliti semua dalam bacaan
Mari sebarkan metode ini
Karya Kyai Dahlan salim Zarkasy

Singsingkan lengan Bajumu
Melangkah yuk terus maju
Syiarkanlah Agamamu
Yuuuuk Bersatu !

Qiroaty kan selalu dihati
Tulus murni hanya tuk Mengabdi
Menanamkan nilai-nilai Qur'ani
mendidik sejak usia dini

Semoga Alloh selalu meridloi
Syiarkan ilmu dengan Qiroaty
Untuk Agama, Nusa dan Bangsa
Qiroaty semoga terus berjaya


Demikian sebuah lirik lagu Mars Qiroaty yang berisikan deskripsi metode pembelajaran Al Qur'an karangan Syeh Dahlan Salim Zarkasy dari kota semarang.
Terimakasih ,, Mudah-mudahan bisa bermanfaat

Jangan lupa Share ke teman-temanmu (terutama sesama pengguna metode Qiroaty) agar semakin banyak yang tahu tentang lagu mars Qiroaty

adapun untuk lagunya silahkan lihat diyoutube dan untuk versi karaokenya silahkan lihat disini


Tuesday, September 18, 2018

Jalan Hidup

Sinar matahari yang terik tak menghalangiku untuk terus berjalan menatap masa depan, aku akan terus seperti ini selama mungkin, karena mungkin ini sudah jalanku...

Pernah aku pikirkan jalan lain, jalan yang mungkin bisa aku lewati, jalan yang lebih cerah dari ini.... Tapi semua terbentur oleh kekuranganku, kemalasanku,dan kesombonganku yang sudah terbentuk sejak aku kecil. Apakah hidupku akan seperti ini terus? Maafkan aku Tuhan, aku yang bisanya hanya mengeluh dan mengaduh tanpa mencari solusi, Aku yang selalu mencari kambing hitam atas semua kekalahanku.

Ketika aku menengok ke belakang, ku lihat disekelilingku, mereka sudah jauh meninggalkanku, aku mungkin bergerak maju, tapi langkahku jauh lebih lambat dari mereka yang dengan semangat menggebu berjuang demi kemapanan sementara aku, masih disini dan tetap berada di persimpangan sambil terus berkhayal akan keajaiban yang akan menuntunku minimal berada lebih dekat dengan mereka.


Seharusnya aku syukuri nikmat ini, aku syukuri rizqi yang telah Engkau berikan padaku, bukan terus merasa kekurangan tanpa mencari solusi, tanpa menengadahkan tangan kepada-MU wahai Tuhanku..

Ya Allah, jadikanlah aku dan keluargaku seorang yang pandai berterima kasih, seorang yang berbakti kepada orang tua dan menjadi seseorang yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan.
Aku berharap, akan ada perubahan setelah aku membuat tulisan ini, semoga ini menjadi sebuah pelecut semangat sehingga aku akan menjadi orang yang berguna bagi keluargaku

Saya membuat tulisan ini agar suatu saat, anak-anakku bisa melihat apa yang telah aku lakukan sehingga bisa merasakan apa yang sekarang menjadi fikiranku, teruntuk buat anak pertamaku Nazran Raziq Hanan, 

Saturday, June 2, 2018

Aku Lebih Sayang Orang Tuaku


Kebumen, 03 Juni 2018
Aku sudah menikah dan dikaruniai satu jagoan hebat yang aku beri nama Nazran Raziq Hanan, sebagai seorang guru swasta yang penghasilan jauh di bawah upah UMK aku harus terus memeras otak agar aku bisa mampu bertahan menjadi seorang pengajar karena penghasilan yang saya terima sebagai seorang pengajar di sebuah Madrasah Ibtidaiyah/setingkat SD hanya bisa untuk membayar listrik satu bulan dan membeli susu anak.
Beruntungnya aku mempunyai seorang istri yang notebene berprofesi sama dengan saya yaitu seorang guru tapi di TK, mungkin jika jodoh saya bukan seorang guru dia akan berontak dengan penghasilan saya yang masih kalah jauh dengan gaji kuli bangunan di desa saya. Jika dihitung, gaji kuli bangunan sehari adalah Rp. 80.000,- x 26 hari maka dua juta lebih, sementara angka gaji saya belum menyentuh satu juta. Tapi saya sangat bersyukur karena walaupun penghasilan yang saya terima di bawah mereka tapi rutin tiap bulan saya terima tidak seperti kuli bangunan yang kadang-kadang bekerjanya.
Ketika masih muda dan belum berkeluarga komitmen untuk berjuang membangun desa masih sangat kuat, dan masih belum memikirkan gaji yang tidak seberapa tetapi komitmen itu lama kelamaan tergerus oleh berbagai masalah ekonomi sehingga memang saya akui sangat berat kalau saya bekerja seperti ini, saya adalah kepala keluarga yang secara kewajiban adalah memenuhi semua kebutuhan keluarga tetapi penghasilan saya masih sangat jauh dari kata cukup,beruntung saya masih tinggal bersama kedua orang tua sehingga untuk makan sehari-hari saya tidak perlu membeli beras karena kebetulan orang tua masih punya sepetak sawah. Saya membayangkan jika sampai sepuluh tahun lagi keadaan saya masih seperti ini dan anak sudah mulai bersekolah, akankah saya mampu menyekolahkan anak saya? Sangat miris, kalau seorang guru tidak mampu menyekolahkan anaknya sendiri hanya karena terkendala biaya.
Saya sekarang sedang berada di persimpangan jalan, saya harus memilih jalan mana yang harus saya ambil, tetap mengabdi dan berjuang demi mencerdaskan anak-anak indonesia atau pilih banting setir mencari penghasilan yang lebih guna menyiapkan modal untuk bisa menyekolahkan anak sendiri, jika dihitung anak saya Januari 2018 ulang tahun yang ke tiga, jelas beberapa tahun lagi akan memulai jenjang pendidikan formal seperti PAUD, TK dan MI
Simpanan yang saya miliki adalah sebuah kesabaran, harapan dan do’a semoga kehidupanku bisa lebih baik dan bisa menyekolahkan anak, membahagiakan keluarga dan kedua orang tuaku yang masih hidup bersamaku, dan selalu menyayangiku...
Walaupun mereka sudah tua dan sering sakit-sakitan aku tidak masalah, itu sama sekali tidak membebaniku... karena mungkin inilah saatnya saya membalas mereka dalam merawat dan mengasuhku hingga aku dewasa seperti saat sekarang ini
Maafkan aku wahai orang tuaku
Aku belum bisa menjadi jagoan yang kalian harapkan
Aku sudah menjadi orang tua tetapi belum bisa membahagiakan Engkau,
Aku baru bisa memberi hadiah do’a
Do’a agar engkau selalu sehat dan bahagia
Belum yang lainnya, seperti yang dilakukan oleh
Saudara-saudaraku yang lebih beruntung
Untuk urusan material mungkin aku belum mampu
Tapi percayalah, aku yang akan merawatmu
Memapahmu jika engkau terjatuh
Aku akan terus tinggal di rumah ini bersamamu
Untuk merawatmu, bukan untuk menyusahkanmu...
Ini janjiku pada kalian...
I love you

(

Lirik Mars Qiroaty

Qiroaty merupakan metode pembelajaran untuk  membaca Al Qur'an yang sudah terbukti berhasil diterapkan di berbagai Daerah Indonesia. Met...